Kami menyediakan layanan komprehensif untuk membantu Anda mengembalikan fungsi tubuh, kemandirian, dan kualitas hidup dengan pengawasan tenaga medis profesional.
4.9/5
Kepuasan Pasien
Tepat Waktu
Layanan Profesional
Cek jadwal pelayanan rawat jalan rehabilitasi medik dan jadwal kontrol ulang pasien.
Menghubungkan ke SIK...
Kini Anda dapat melakukan program fisioterapi secara mandiri di rumah menggunakan modul kecerdasan buatan (AI) kami. Setiap gerakan Anda dipantau secara digital dan dilaporkan langsung ke tim medis untuk evaluasi klinis.
Tingkatkan pemahaman Anda tentang proses rehabilitasi dengan membaca panduan, melihat video, dan infografis.

Microwave Diathermy (MWD) adalah salah satu modalitas terapi yang sering digunakan dalam fisioterapi untuk menghasilkan panas di dalam jaringan tubuh melalui gelombang mikro. Alat ini bekerja dengan memancarkan energi elektromagnetik yang mampu menembus jaringan hingga kedalaman tertentu, sehingga memberikan efek terapeutik yang bermanfaat.Salah satu fungsi utama MWD adalah meningkatkan sirkulasi darah. Panas yang dihasilkan membantu melebarkan pembuluh darah (vasodilatasi), sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Hal ini penting untuk mempercepat proses penyembuhan jaringan yang mengalami cedera.Selain itu, MWD juga berfungsi untuk mengurangi nyeri. Efek panas dapat membantu merilekskan otot yang tegang dan mengurangi sensitivitas saraf terhadap rasa sakit. Oleh karena itu, alat ini sering digunakan pada kondisi seperti nyeri otot, nyeri sendi, dan cedera jaringan lunak.Fungsi lainnya adalah mengurangi kekakuan sendi dan meningkatkan fleksibilitas. Dengan meningkatnya suhu jaringan, elastisitas otot dan jaringan ikat akan meningkat, sehingga memudahkan pasien dalam melakukan gerakan dan latihan terapi.MWD juga berperan dalam mempercepat proses penyembuhan jaringan. Peningkatan metabolisme sel akibat panas membantu regenerasi jaringan yang rusak, terutama pada kondisi kronis seperti tendinitis atau bursitis.Namun, penggunaan MWD harus dilakukan dengan hati-hati dan oleh tenaga profesional, karena tidak semua kondisi cocok dengan terapi ini, seperti pada area dengan gangguan sensasi, tumor, atau penggunaan implan logam tertentu.Secara keseluruhan, MWD merupakan alat yang efektif dalam fisioterapi untuk membantu mengurangi nyeri, meningkatkan sirkulasi, serta mempercepat pemulihan fungsi tubuh pasien.

Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) adalah salah satu modalitas elektroterapi yang sering digunakan dalam praktik fisioterapi untuk membantu mengurangi nyeri. Alat ini bekerja dengan memberikan rangsangan listrik ringan melalui elektroda yang ditempelkan pada permukaan kulit.Fungsi Utama TENSMengurangi Nyeri (Pain Relief) Fungsi utama TENS adalah mengurangi nyeri, baik nyeri akut maupun kronis. Mekanisme ini dijelaskan melalui teori Gate Control, di mana stimulasi listrik dari TENS menghambat sinyal nyeri yang menuju otak.Merangsang Pelepasan Endorfin TENS dapat meningkatkan produksi endorfin, yaitu zat alami tubuh yang berfungsi sebagai analgesik (pereda nyeri alami).Meningkatkan Relaksasi Otot Stimulasi listrik membantu mengurangi ketegangan otot, sehingga otot menjadi lebih rileks dan nyaman.Meningkatkan Sirkulasi Darah Lokal Penggunaan TENS dapat membantu memperlancar aliran darah di area yang diterapi, sehingga mempercepat proses penyembuhan.Sebagai Terapi Pendukung Rehabilitasi TENS sering digunakan sebagai terapi tambahan dalam penanganan kondisi seperti nyeri punggung bawah, osteoarthritis, nyeri leher, hingga cedera olahraga.KesimpulanTENS merupakan alat fisioterapi yang efektif, non-invasif, dan relatif aman untuk mengurangi nyeri serta mendukung proses rehabilitasi pasien. Penggunaannya harus tetap disesuaikan dengan kondisi pasien dan dilakukan oleh tenaga profesional.

Fisioterapi adalah layanan kesehatan yang membantu seseorang mengurangi nyeri, memperbaiki gerakan, dan mengembalikan fungsi tubuh setelah cedera, sakit, atau operasi. Terapi ini dilakukan oleh tenaga profesional yang disebut fisioterapis. Banyak orang mengira fisioterapi hanya untuk atlet cedera. Padahal, fisioterapi bisa membantu siapa saja — mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lansia. Kapan Seseorang Membutuhkan Fisioterapi? Anda mungkin membutuhkan fisioterapi jika mengalami: -Nyeri punggung atau leher -Nyeri lutut atau bahu -Cedera olahraga -Saraf terjepit -Kaku sendi setelah operasi -Stroke atau gangguan gerak -Masalah keseimbangan Fisioterapi tidak hanya mengurangi rasa sakit, tetapi juga membantu tubuh bergerak lebih baik dan mencegah cedera berulang Apakah Fisioterapi Aman? Ya, fisioterapi aman karena dilakukan oleh tenaga profesional dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Terapi juga bertujuan membantu penyembuhan alami tubuh tanpa ketergantungan obat. Manfaat Fisioterapi 1. Mengurangi nyeri tanpa operasi 2. Mempercepat pemulihan setelah cedera 3. Meningkatkan kekuatan dan keseimbangan 4. Membantu aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman 5. Mencegah cedera berulang
Informasi terbuka terkait jenis layanan, alat terapi yang dimiliki, dan tarif pelayanan mandiri.
Layanan fisioterapi yang menangani gangguan pada otot, sendi, tulang, dan ligamen. 1. Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) Nyeri di area pinggang akibat duduk terlalu lama, mengangkat beban berat, atau postur yang kurang baik. 2. Osteoarthritis Lutut Nyeri dan kaku pada lutut akibat pengapuran sendi, sering dialami usia dewasa dan lansia. 3. Frozen Shoulder (Bahu Kaku) Bahu terasa nyeri dan sulit digerakkan, biasanya muncul bertahap dan mengganggu aktivitas sehari-hari. 4. Tennis Elbow Nyeri di area siku akibat penggunaan tangan berulang, misalnya pada pekerja kantoran atau olahraga raket. 5. Cedera Ligamen Lutut (Sprain) Cedera akibat terkilir atau salah tumpuan saat olahraga. 6. Nyeri Leher (Neck Pain) Sering terjadi akibat terlalu lama menunduk saat menggunakan gadget atau bekerja di depan komputer. 7. Plantar Fasciitis (Nyeri Tumit) Nyeri pada tumit terutama saat pertama kali berdiri di pagi hari.
Layanan fisioterapi yang menangani gangguan pada sistem saraf dan otot yang memengaruhi gerakan, keseimbangan, koordinasi, dan kekuatan tubuh. 1. Pasca stroke (lemah satu sisi tubuh) 2. Cedera saraf (misalnya saraf terjepit atau cedera tulang belakang) 3. Bell’s palsy (wajah mencong akibat gangguan saraf) 4. Gangguan keseimbangan dan koordinasi 5. Keterlambatan perkembangan motorik pada anak
Layanan fisioterapi yang menangani gangguan pada jantung dan paru-paru untuk membantu meningkatkan kapasitas pernapasan, daya tahan tubuh, serta kemampuan beraktivitas. Terapi ini bertujuan membantu pasien bernapas lebih efektif, mengurangi sesak, dan mempercepat pemulihan setelah sakit. 1. Penyakit paru kronis (misalnya PPOK) 2. Asma 3. Pasca COVID-19 dengan keluhan sesak atau mudah lelah 4. Pasien yang mudah lelah saat beraktivitas ringan
Kami didukung oleh tenaga profesional yang berpengalaman di bidang rehabilitasi medik.
Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
Fisioterapis
Fisioterapis
Fisioterapis
Sampaikan kritik, saran, atau pengaduan mengenai layanan kami. Setiap masukan sangat berharga untuk meningkatkan kualitas pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik secara berkelanjutan.
Identitas Anda aman bersama kami.
Pengaduan ditindaklanjuti maksimal 2x24 jam.